Tuesday, July 26, 2011

Driver Sis Mirage 671 di Lucid (Ubuntu 10.04)

Laptop yang menggunakan driver vga sis memang kadang menyebalkan ketika akan di instal linux di dalam nya karena akan muncul masalah pada monitor anda, tetapi hal itu bukan masalah lagi.

Sebelumnya saya pernah mencoba menginstalkan ubuntu 9.04 pada laptop saya, tetapi pada saat awal setelah instalasi gambar yang muncul pada lcd laptop sangat besar yang membuat risih kalau dilihat. akhirnya dengan susah payah dan minta bantuan temen hal itu bisa diperbaiki dengan mencari dan menginstal driver vga yang digunakan di laptop saya yaitu sis mirage. Alhamdulillah berhasil untuk ubuntu 9.04

Kemudian setelah lama menggunakan ubuntu 9.04 saya mencoba untuk mengupgrade ke versi 9.10 tapi ternyata tidak bisa. awalnya saya diamkan, karena berpikir tidak bisa di instal ubuntu versi terbaru dari 9.04. Akhirnya, setelah saya dapat saran dari teman untuk menginstal ubuntu 10.04 dengan booting dari flashdisk, ternyata bisa juga di instal ubuntu 10.04 tapi permasalahan lama ketemu lagi, pada saat awal di instal tulisan yang muncul gede-gede. *de javu dah*

Wednesday, September 29, 2010

Fadhail Hifzhul Qur'an (Keutamaan Menghafal Al-Qur'an)

PKS-Jaksel: Banyak hadits Rasulullah saw yang mendorong untuk menghafal Al Qur'an atau membacanya di luar kepala, sehingga hati seorang individu muslim tidak kosong dari sesuatu bagian dari kitab Allah swt. Seperti dalam hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Abbas, "Orang yang tidak mempunyai hafalan Al Qur'an sedikit pun adalah seperti rumah kumuh yang mau runtuh." (HR. Tirmidzi)

Berikut adalah Fadhail Hifzhul Qur'an (Keutamaan menghafal Qur'an) yang dijelaskan Allah dan Rasul-Nya, agar kita lebih terangsang dan bergairah dalam berinteraksi dengan Al Qur'an khususnya menghafal.

Fadhail Dunia

1. Hifzhul Qur'an merupakan nikmat rabbani yang datang dari Allah

Bahkan Allah membolehkan seseorang memiliki rasa iri terhadap para ahlul Qur'an,
"Tidak boleh seseorang berkeinginan kecuali dalam dua perkara, menginginkan seseorang yang diajarkan oleh Allah kepadanya Al Qur'an kemudian ia membacanya sepanjang malam dan siang, sehingga tetangganya mendengar bacaannya, kemudian ia berkata, 'Andaikan aku diberi sebagaimana si fulan diberi, sehingga aku dapat berbuat sebagaimana si fulan berbuat'" (HR. Bukhari)

Bahkan nikmat mampu menghafal Al Qur'an sama dengan nikmat kenabian, bedanya ia tidak mendapatkan wahyu,
"Barangsiapa yang membaca (hafal) Al Qur'an, maka sungguh dirinya telah menaiki derajat kenabian, hanya saja tidak diwahyukan kepadanya." (HR. Hakim)

Monday, July 12, 2010

Sudahkah Kita Mendirikan Shalat Kita?

Banyak yang mengerjakan sholat tapi sedikit orang yang menegakkannya. kata-kata tersebut mungkin dapat menakut-nakuti kita yang setiap hari nya tidak lupa untuk menunaikan salah satu ibadah wajib yang dibawa rasul sebagai "oleh-olehnya" dari sidratul muntaha, yaitu sholat. Banyak keterangan yang memberikan informasi kepada kita seberapa pentingnya sholat itu, yang tidak perlu kita tanyakan lagi kenapa harus dilaksanakan lima waktu setiap hari nya dan kenapa harus 2, 3 atau 4 rakaat. Hal tersebut tidak perlu kita tanyakan lagi... Namun yang perlu kita tanyakan pada diri kita adalah, "sudahkah kita menjadi penegak-penegak sholat???" Jangan sampai kita tidak pernah lupa untuk melaksanakan sholat lima waktu setiap harinya, tapi ternyata kita baru mengerjakannya saja, belum sampai menegakkan sholat.

Mari kita telaah, di dalam Alquran perintah dari Allah tentang hal ini adalah "Dirikanlah/ tegakkanlah shalat" bukan "kerjakanlah shalat". sepertinya kita perlu menelaah tentang perbedaan kedua kata ini, mendirikan beda halnya dengan menegakkan. Kalau mengerjakan bisa jadi hanya sekedar melakukan shalat sesuai apa yang diperintahkan saja, tanpa memahami kaidah dan perintah pelaksanaan shalat tersebut, tidak memaknai shalat yang setiap kali dilakukan. Dengan kata lain, orang yang sekedar mengerjakan sholat ini hanya sekedar menggugurkan kewajibannya saja. Sedangkan orang-orang yang menegakan sholat, Dia tidak hanya sekedar mengerjakan sholatnya, tetapi juga dia memahami bahwa sholatnya itu adalah sebagai sarana komunikasi dengan Allah, dan memaknai sholatnya tidak hanya ketika dia shalat saja, Tapi sholatnya itu tercermin dalam kehidupannya sehari-hari.

Thursday, April 22, 2010

Ruh Ibadah

Muhammad Al-Ghazali dalam bukunya Akhlak Seorang Muslim (1983: 5-6) menyatakan bahwa meskipun ibadah-ibadah yang diperintahkan ajaran Islam sangat bervariasi cara dan bentuknya, seperti misalnya shalat yang menekankan pada aspek ucapan dan perbuatan; ibadah zakat tekanannya pada pengeluaran sebagian harta yang dimiliki; ibadah shaum (puasa) pada upaya untuk menahan diri (imsak) dari makan, minum, dan melakukan perbuatan-perbuatan yang tercela sejak terbit fajar sampai terbenamnya matahari selama satu bulan penuh; ibadah umrah dan haji tekanannya pada kekuatan fisik dan kekuatan harta (isthitha'ah), namun ibadah-ibadah tersebut memiliki ruh dan napas yang sama. Yakni, terbentuknya akhlak yang mulia dalam kehidupan seorang Muslim. Akhlak mulia itu tercermin terutama setelah yang bersangkutan melakukan kegiatan-kegiatan ibadah tersebut.

Seorang Muslim yang shalatnya khusyuk, di samping ketika melaksanakannya tepat dan benar, juga setelah shalat orang tersebut berusaha menjauhkan diri dari perbuatan keji dan munkar. Yaitu, perbuatan yang merusak diri, keluarga, dan kehidupan bermasyarakat. Seperti misalnya menjauhkan diri dari memfitnah, mengadu domba, mengkorup (korupsi) harta negara, memutuskan tali silaturahmi, hanya pandai menghujat tetapi tidak pernah menginstrospeksi diri, kikir, hasad dan dengki, serta perbuatan-perbuatan buruk lainnya.

Wednesday, February 3, 2010

Empat Dari Dua Puluh

Beberapa Prinsip Dalam Islam

Prinsip 1 "Islam adalah system menyeluruh yang mencakup seluruh segi kehidupan. Maka ia adalah Negara dan tanah air, pemerintahan dan umat, moral dan kekuatan , kasih sayang dan keadilan, peradaban dan undang-undang, ilmu pengetahuan dan hukum, materi dan kekayaan alam, penghasilan dan kekayaan alam, penghasilan dan kekayaan, jihad dan dakwah, pasukan dan pemikiran, sebagaimana juga ia adalah akidah yang murni dan ibadah yang benar, tidak kurang dan tidak lebih."

Dalam prinsip tersebut disebutkan bahwa islam adalah agama yang sempurna. Artinya islam tidak hanya membahas atau menjelaskan tentang ibadah ritual saja tetapi juga membahas permasalahan-permasalahan sosial atau aspek-aspek kehidupan lainnya seperti hukum, ekonomi, politik dan lain-lain. Sehingga adalah suatu kewajiban bagi kita untuk tidak meniggalkan islam ketika kita berbicara, mempelajari atau menjelaskan ilmu-ilmu lain selain ilmu agama. Serta ketika menerapkan suatu kebiasaan yang sifatnya sosial atau umum harus selalu diiringi dengan unsur-unsur keislaman. Karena pada dasarnya segala sesuatu yang berhubungan dengan kehidupan manusia dan alam semesta sudah sijelaskan dalam islam baik itu melalui kitab Allah yaitu Al-Qura maupun hadits rasul saw.
Contoh konkret kesempurnaan islam adalah terdapatnya ayat-ayat yang menjelaskan tentang tata cara atau hukum dalam perniagaan.

Prinsip 2 "Al-Quranul Karim dan Sunah Rasul yang suci adalah rujukan setiap muslim untuk mengenal dan memahami hukum-hukum islam. Al-Quran harus dipahami sesuai dengan kaidah-kaidah bahasa arab, tanpa takkaluf (sikap memaksakan diri dalam melaksanakan suatu ayat hingga melampaui arti yang sewajarnya) dan sikap ta’assuf (secara serampangan). Sedangkan sunah yang suci harus dipahami melalui para ahli hadits yang terpercaya."

Untuk mengenal kesempurnaan islam dan mengenal islam secara mendalam dapat kita lakukan dengan berpedoman pada Al-Quran dan Sunah. Karena penjelasan tentang hukum-hukum atau tata cara yang mengatur semua aspek kehidupan manusia terdapat dalam Al-Quran dan sunah. Dalam mempelajari dan memahami Al-Quran atau sunah harus sesuai dengan kaidah-kaidah bahasa arab, hal tersebut dikarenakan Al-Quran maupun sunah di sampaikan dalam redaksi bahasa arab. Tapi jika hal tesebut tidak dilakukan akan terjadi kesalahan dalam memahami ayat-ayat Al-Quran maupun Sunah yangakan berdamppak buruj bagi orang yang salah dalam memahaminya tersebut.
Cntoh konkretnya adalah dalam salah satu ayat yang berbunyi “..Dan menunaikan zakat, seraya mereka tunduk (kepada Allah).” (Q.S Al-Maidah : 55). Ayat tersebut bila salah dipahami akan terdapat suatu kesimpulan bahwa pelaksanaan zakat dapat dilakukan ketika kita sedang ruku atau sujud dalam shalat.


Prinsip 3 “Keimanan yang murni, ibadah yang benar, dan mujahadah (bersungguh-sungguh dalam beribadah) adalah cahaya dan kelezatan yang Allah curahkan pada hati hamba-Nya yang Dia kehendaki. Sementara ilham, lintassan pikiran, kasyf (ketersingkapan rahasia ghaib), dan mimpi-mimpi, itu semua bukan termasuk hukum syariat islam. Maka semua itu tidak perlu diperhatikan kecuali bila tidak bertentangan dengan hukum-hukum agama dan teks-teksnya.”

Dalam prisip ketiga ini dapat diambil suatu kesimpulan bahwa dengan memiliki hal-hal diatas kita dapat meraskan nikmat dan lezatnya iman. Karena dengan hal tersebut kita dapat mengetahui apa yang tidak diketahui orang lain serta kita dapat meraskan kebahagiaan hidup didunia maupun di akhirat.
Sedangkan ilham, mimpi, lintasan pikiran jang terlalu dipercaya karena hal tersebut tidak selalu benar.
Contoh konkretnya orang yang memiliki keimanan yang murni akan selalu merasakan ketenraman walupun kehidupannya bsa dikatakan pas-pasan dan dia akan selalu bersyukur dan tidak menyombongkan diri ketika memperoleh rezeki.


Prinsip 4: "Jimat, jampi (ruqyah), guna-guna, peramalan, perdukunan, mengaku tahu hal-hal ghaib, dan semisalnya adalah kemungkaran yang wajib di berantas. Kecuali jimat yang berasal dari Al-Quran atau jampi yang diriwayatkan dari Rasulullah saw."

Seperti dijelaskan dalam prinsip diatas bahwa jimat, jampi (ruqyah), guna-guna, peramalan, perdukunan, mengaku tahu hal-hal ghaib, dan semisalnya adalah kemungkaran yang wajib di berantas. Karena hal-hal tersebut melanggar sesuatu yang teah ditetapkan oleh Allah dan tidak berasal dari-Nya melainkan dari syetan la’natullah. Dan dapat menyesatkan pemakai atau penggunanya sehingga menjerumuskannya untuk tidak mempercayai ajaran yang dijelaskan dalam Al-Quran dan disampaikan oleh rasulullah. Kecuali yang bersumber dari Al-Quran atau sunah rasul saw.
Contoh konkret adalah dizaman sekarang banyak paranormal yang mengaku dapat meramalkan kehidupan sesorang melalui golongan bintang kelahirannya (astrologi). Dan banyak yang mempercayainya.